Saat ini penderita ISPA sudah mencapai kurang lebih 49.128 jiwa banyaknya
penderita ISPA, yang ada di Riau ini maknya pemerintah harus lebih serius
menangani masalah ini. Jangn persoalan ini di bairkan beitu saja, terkesan di
sepelekan.
Semakin meningakatnya penderita ISPA saat juga merupakan salah satu dampak
semakin mengganasnya asap di negeri
lancang kuning. Selain itu ini juga merupakan bukti bahwa lemahnya pengawasan
pemerintah terhadap oknum-oknum yang membakar lahan.
Bencana asap di riau bukan hal yang baru ini merupakan tradisi yang ada di
riau bagaikan musim setiap tahunnya, dengan adanya musim seperti ini menunjukan
tidak becusnya pemerintah memberantas kasus
pembakaran hutan, sudah banyak keluhan masyarakat riau seperti media social
namun pemerintah kurang peka terhadap keluhan -keluhan rakyatnya padahal
berncana ini sudah terjadi kurang lebih 1 bulan belakangan ini.
Berkaca dari bencana asap sebelumnya sepertinya presiden kita atau pemerintah daerah lebih
mendengar teriakan protes pemimpin dan rakyat malaysia/ singapura dibanding
rakyat sendiri, salah satu bukti bahwa pemerintah daerah (gubri) tidak
tanggap terhadap bencana ini adalah ketika gubernur tidak hadir dalam
telecoference bersama presiden susilo bambang yudhoyono.
Dengan tulisan surat pembaca ini kita
rakyat Riau meminta ketegasaan dari pmerintah, jangan menunggu banyak korban
yang berjatuhan. Hendaknya ***
Penulis:
Heru Moerdhani
Mahasiswa UIN Suska Riau Dan Pengurus Komunitas pena Kelana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar